Dia adalah orang baik yang tak ingin terus berdiri di depan pintu dan menghalangi yang kelak membukanya. (Mutia Prawitasari)
Monday, July 16, 2018
Thursday, July 12, 2018
I Still Remember The Days I Pray for The Things I Have Now
Saya bersyukur bisa bekerja di tempat yang sama selama hampir lima tahun.
Saya bersyukur perusahaan memberi penghargaan yang cukup selama masa bakti tersebut.
Saya bersyukur diberi kepercayaan untuk menangani proyek-proyek dengan segala tantangannya.
Saya bersyukur dijadikan tempat bertanya untuk hal-hal yang sebelumnya saya juga tidak kuasai.
Saya bersyukur dengan apa-apa yang saya miliki sekarang, sebagai perwujudan apa-apa yang saya harapkan sebelumnya.
Saturday, July 7, 2018
It was Meant to be
Tanggal 18-21 Juni 2018 kemarin saya menemani Ibu saya dan teman-temannya yang memang guru SD saya ke Medan. Salah satu destinasi wisata kami adalah Danau Toba. Di hari ketika kami menyebrang, ada kejadian tenggelamnya kapal penumpang di Danau Toba. Kami baik-baik saja karena terjebak macet sepanjang jalan menuju penyebrangan dan kami memang naik kapal ferry. Hidup memang selalu ada hikmahnya.
Misalkan saya menggunakan skenario jikalau seandainya semestinya, perjalanan saya kali ini mengingatkan saya dengan dialog di salah satu film favorit saya, 500 Days of Summer.
"Summer: Well, you know, I guess it's 'cause I was sitting in a deli and reading Dorian Gray and a guy comes up to me and asks me about it and... now he's my husband.
Tom: Yeah. And... So?
Summer: So, what if I'd gone to the movies? What if I had gone somewhere else for lunch? What if I'd gotten there 10 minutes later? It was, it was meant to be. And... I just kept thinking... Tom was right.
Tom: No.
Summer: Yeah, I did.
[laughs]
Summer: I did. It just wasn't me that you were right about."
...
Segala puji bagi Allah yang telah memberi keselamatan pada kami. Semoga para penumpang segera diberi kejelasan kabar.
Friday, July 6, 2018
Impulsif
Hari ini saya ditraktir Valdo di Common Ground, hasil perjuangan dia berburu Samsung Gift. Cappucino-nya lebih pahit (dibanding kopi-kopi yang pernah saya minum) dan kue jeruknya (?) enak juga. Pukul 18.30 kami berpisah karena Valdo hendak melakukan aktivitas baru yang dia jalankan, sedangkan saya menuju musholla. Kegiatan setelah shalat maghrib inilah yang jadi ide tulisan saya kali ini: mampir bazaar Gramedia.
Berawal dari sekadar ingin melihat buku, berakhir dengan membeli bukunya Mitch Albom yang berjudul The Five People You Meet in Heaven dan meja belajar lipat, pulpen warna-warni, krayon untuk Aca, plastik sampul buku, selotip, serta double tape (?). Saya sedih akan keimpulsifan saya, tapi senang juga karena sudah lama saya tidak belanja benda-benda lucu. Namun sayangnya niat untuk menyampul buku-buku bacaan yang belakangan dibeli pupus sudah karena ternyata mbak kasir tidak mencantumkan benda tersebut ke order saya.
Hari ini patut dinobatkan sebagai hari impulsif Bunga. Karena siangnya saya bersama Valdo dan Dani pergi karaoke demi memanfaatkan waktu istirahat panjang di hari Jumat. I know I was mad, but I was having fun.
Cheers,
Bunga