Showing posts with label East Europe. Show all posts
Showing posts with label East Europe. Show all posts

Sunday, December 1, 2019

Ke Eropa Timur: Perjalanan dan Tour 10 Hari Bagian 1 (5-7 November 2019)

Seperti janji saya di posting sebelumnya, kali ini saya akan membahas durasi dan jadwal perjalanan selama ikut tour ke Eropa Timur.

Hari 1 - Selasa, 5 November 2019

Pesawat Scoot kami berangkat dari Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta pukul 8 PM GMT+7, sampai di Bandara Singapore sekitar pukul 11 PM GMT+8. 

Hari 2 (Jerman-Ceko) - Rabu, 6 November 2019

Kami mesti transit untuk kembali naik penerbangan pukul 1 AM GMT+8 dan harus membetahkan diri di pesawat selama 13 jam perjalanan. Kami baru sampai di Berlin sekitar pukul 7 AM GMT+1. Pesawat Scoot ini tidak ada hiburan sama sekali ya, jadi waktu yang tepat untuk menyelesaikan bacaan buku atau marathon serial Kdrama. 

Sampai sana kami dijemput bus double dekker pukul 9 AM GMT+1 dan langsung menuju Ceko, Prague. Setelah perjalanan sekitar 2 jam, kami lunch di salah satu resto di Jerman. Inilah kesulitan pertama yang saya dan Decil temui untuk mencari makanan di Eropa. Tapi akhirnya kami makan sup tomat, berhubung suhu udara pun 8 derajat. Makan di sini menghabiskan sekitar EUR 7 (1 EUR = IDR 16000). Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 2 PM dan sampai di Ceko sekitar pukul 3 PM.
https://drive.google.com/uc?export=view&id=101lTZrM3V_PBmU0xnQ-CvfCZien9EFGh
Prague Castle, Prague, Ceko

Pukul 5 PM kami kembali ke bus dan berangkat ke Astronomical Clock dan Old Town dan sampai sekitar pukul 6 PM. Di sana saya dan Decil makan Tredlnik (EUR 3) dan minum kopi Starbuck (CZK 89, 1CZK = IDR 608) sebagai makan malam.

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1PHdI7DcDh12tUNjU4UznJTuWX6fzRyAb
Tredlnik
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1l7xKl6TkTEOKVhbdn2gdFMIhogQiep5N
Astronomical Clock

Kami kembali ke hotel dan tiba sekitar pukul 9 PM.

Hari 3 (Ceko-Slovakia) - Kamis, 7 November 2019

Kami berangkat pukul 8 AM, tapi mengalami musibah bus yang kami gunakan rusak. Ohya ini busnya berganti jadi bus yang bukan double dekker. Kami menunggu bus diperbaiki dari 10 AM sampai 2 PM. Akhirnya kami menunggu sambil makan siang atau untuk pergi ke toilet. Beberapa toilet di Eropa ada tarifnya, sekitar EUR 0,5-1. Kadang kita bisa mendapatkan voucher potongan belanja juga dari tiketnya.

Karena waktu yang terbuang, kami terpaksa harus memilih untuk pergi kemana: Kastil atau Old Town. Akhirnya satu bus sepakat untuk pergi ke kastil. Kami diberi waktu satu jam, karena ketika kami tiba waktu sudah 5 PM.

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1yvt3ovJbT_XXYS8rqIHlPP1-xp2MvP-t
Bratislava, Slovakia

Pukul 6 PM kami berangkat dan sampai di Pandorf, Austria untuk shopping. Harga di sini tergolong murah dibandingkan dengan Jakarta. Saya yang tidak punya niat belanja, malah jadi membawakan titipan sepatu gunung Mega. Di Jakarta harganya bisa sampai IDR 2.500.000, di sini hanya EUR 86–hampir hanya setengahnya. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke hotel di Hungaria, Budapest dan tiba pukul 11 PM.


Saturday, November 16, 2019

Ke Eropa Timur: Group Tour dan Budget

Suatu hari Decil mengirim pesan whatsapp ke saya dan mengajak saya untuk ikut group tour ke Eropa (IG: @travelingeropa). Decil memberikan opsi ke Eropa Timur atau ke Eropa Barat, namun dengan mengarahkannya ke Eropa Timur. Karena harga yang relatif murah dan belum pernah ke keduanya, saya ikut saja.

Saya ikut group tour seharga Rp 18.900.000,00, yang terdiri dari:
- 10 hari tour (termasuk perjalanan)
- Pesawat Scoot Jakarta-Singapura-Berlin PP
- Bagasi 20 kg
- Hotel Bintang 3 (tidak termasuk breakfast)
- 6 negara: Ceko, Slovakia, Hungaria, Austria, Italia, dan Jerman
- Bus selama perjalanan antarnegara
- Asuransi
- Biaya pengurusan visa (belum termasuk visa)

Diluar biaya di atas, saya juga mesti mengeluarkan uang untuk visa Rp 2.300.000,00 dan tip ke tour leader Rp 650.000,00. Tour pun memberikan opsi upgrade kamar menjadi 2 orang dengan membayar biaya tambahan Rp 2.000.000,00 per orang (kalau kami tidak upgrade kamar). Kalau tidak melakukan upgrade, satu kamar bisa terdiri dari 3 orang. Selain itu, ada tawaran membeli makanan selama di pesawat Rp 360.000,00 untuk PP perjalanan Singapura-Berlin dan Berlin Singapura (yang masing-masing memakan waktu perjalanan 12 jam, saya ambil penawaran ini agar efisien dan ternyata harga di pesawat pun tidak jauh berbeda, SGD 17). Ada juga tawaran membeli kartu komunikasi yang bisa digunakan di Eropa Rp 600.000,00 dan tambahan bagasi Rp 900.000,00 per 10 kg. Kalau saya dan Decil membeli kartu komunikasi di Blibli seharga Rp 250.000,00 dengan kapasitas 500 MB per hari dan aktif selama 10 hari (ini cukup karena di hotel pun tersedia wifi). Untuk bagasi pun kami tidak membeli tambahan karena tidak banyak barang yang kami beli.

Jadi kurang lebih budget yang mesti disediakan sekitar Rp 22.000.0000,00, belum termasuk makan dan jajan selama di sana. Untuk saya pribadi, saya membawa EUR 200 (senilai Rp 3.200.000,00) dan menghabiskan saldo di Jenius saya sekitar Rp 3.000.000,00 juga. Saya selalu memilih menggunakan Jenius di toko yang punya mesin Visa contactless karena kursnya yang kompetitif (mostly semua negara yang saya kunjungi bisa digunakan, kecuali di Venice, Italia). Untuk uang tunai saya menyisakan sekitar EUR 35 (senilai sekitar Rp 500.000,00).

Next posting, insyaallah saya akan bicara soal durasi dan jadwal ya :)

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1PBbcC0LIpWvdZ5EVgYhsi6ETJrtkDhp7
Fisherman’s Bastion, Budapest, Hungary