Sunday, December 1, 2019
Ke Eropa Timur: Perjalanan dan Tour 10 Hari Bagian 1 (5-7 November 2019)
Saturday, November 16, 2019
Ke Eropa Timur: Group Tour dan Budget
Thursday, October 3, 2019
Pasca Nonton Film Bebas Karya Riri Riza
Friday, September 13, 2019
Belajar Bahasa (Inggris) Lagi
Thursday, September 12, 2019
Selamat Jalan, Eyang Habibie
Friday, August 23, 2019
Drama Keberangkatan Hingga Menikmati Jalan Harmoni di Penang
Friday, July 19, 2019
Growing Product Effect: New Share and Canibalism
Jadi hari ini dapet ilmu bahwa satu produk yang pertumbuhannya lagi digenjot bisa punya dua efek: penambahan share dan kanibalisme produk alternatif sejenis.
Kalo bonus demografinya Indonesia di bidang pariwisata kayaknya sama ya. Anak muda yang produktif dan jadiin traveling sebagai lifestyle di satu sisi bisa genjot pariwisata dalam negeri. Di sisi lain bisa jadi uang hasil kerja keras mereka malah lari ke luar negeri. Bonusnya demografi jadi agak kurang deh :D
Friday, June 28, 2019
Hello From The Other Side: Kue Naik Haji
Sunday, May 26, 2019
Hello From The Other Side: Labuan Bajo
Thursday, May 23, 2019
Shalat Terawih & Open Minded
Di lingkungan rumah saya, shalat terawih dilaksanakan dengan pola 2 rakaat dikali 10 salam dan dilanjutkan 3 rakaat witir. Ayat Quran yang dibaca setelah surat Al-Fatihah pun punya pola yang semenjak saya kecil gak berubah hingga sekarang. Malam ke-1 sampai dengan malam ke-15 diisi dengan surat At-Takatsur sampai dengan surat Al-Lahab di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua. Sedangkan malam ke-16 sampai dengan malam terakhir diisi dengan surat Al-Qadr di rakaat pertama dan surat At-Takatsur sampai dengan surat Al-Lahab di rakaat kedua.
Saking berpolanya, saya yang polos dan dulu melaksanakan begitu saja apa yang diajarkan ke saya, berpikir bahwa pola ini adalah pakem. Sampai saya ikut Rohis ketika SMA, saya jadi tahu ada loh 'opsi' shalat dengan pola dua rakaat dikali 4 salam ataupun pola empat rakaat dikali 2 salam. Bahkan ternyata ayat Qurannya gak pakem harus seperti yang saya tahu.
Ketika kuliah, cara berpikir semakin kritis saya banyak dilatih di organisasi mahasiswa yang saya ikuti. Tergabung dengan pers mahasiswa, mau tidak mau membuat saya kecipratan ikut berani beropini dan membuka pikiran. Hal ini membuat saya menjadi lebih nyaman berdiskusi dengan orang yang open minded dan minimal tidak membicarakan hal kurang berfaedah (menurut saya). Saya senang sekali satu waktu ketika mengejar maghrib tiba di rumah (yang nyatanya tidak terkejar), saya mampir di masjid pinggir jalan sekalian shalat terawih juga di sana. Dan selesai rakaat ke-8, imamnya menyilakan bagi siapa yang punya preferensi 8 rakaat sebelum melanjutkan shalat lagi.
Indah dan adem banget rasanya kalau ibadah yang memang aslinya gak kaku, gak dipaksakan menjadi pola tertentu. Semoga kita senantiasa membuka mata dan bisa berada di lingkungan yang tidak mengerdilkan sudut pandang kita ya. Karena berusaha jadi lebih baik sendirian itu jauh lebih susah dibandingkan ketika kita punya support system yang baik juga.
Wednesday, May 22, 2019
22 Mei 2019
Hari ini adalah hari bersejarah buat Indonesia. Hari ini masda dari pasangan calon presiden dan wakil presiden yang dinyatakan kalah oleh KPU, melakukan aksi damai terkait kecurigaan atas kecurangan proses dan hasil Pemilu. Namun sayangnya ada pihak-pihak yang menunggangi kepentingan ini, yang menyebabkan keadaan menjadi rusuh.
Saya bukan pendukung pasangan yang kalah ini. Jujur, saya sekuat tenaga menahan jari saya untuk turut membuat tweet atau me-retweet apa-apa yang menurut saya make sense tapi tetap tidak elok. Saya ingat-ingat lagi bahwa demo adalah bagian dari demokrasi yang sah-sah saja. Lagipula saya turut menikmati waktu work from home yang fleksibel, selama dua hari berturut-turut. Bahkan sehari sebelumnya, saya bisa pulang cepat dari Slipi dengan berkendara mobil.
Harapan saya, semoga Indonesia damai dan baik-baik saja. Semoga kekhawatiran kejadian buruk di masa lalu terulang, tidak terjadi. Jika kejadian yang ada sekarang adalah proses, semoga hasilnya adalah untuk Indonesia kita yang bertumbuh lebih baik juga.
Monday, March 25, 2019
Visit Myanmar: Budget & Expense Breakdown
![]() |
| Old Bagan, credit: Mr Min (One Bagan Tour) |
Last two weeks, I had a chance to go to Myanmar with Valdo and Iphul. Finally our plan since eons had been executed. When I started to post the pictures taken there on my instagram feed, I did not expect to get some responses related to our itinerary, budget, and so on.
As my rememberance, I decided to write them in my blog to be more useful for others.
Our preparations:
- Booked flight tickets: Jakarta - Kuala Lumpur - Yangon and Yangon - Kuala Lumpur - Jakarta for IDR 1.702.000,00. As a tip, don't be too hurry to book them since the fare is always up and down. For your comparison, I booked Air Asia on 20 Dec 2018 for 14 Mar 2019 flights. If I were being too hurry then, I could pay IDR 100.000,00-200.000,00 higher.
- Booked tour for Bagan. Personally, It was the best deal we made for this travel. You can search One Bagan Tours at google and find them in google. We booked them at USD 30,00 (USD 1,00 = IDR 14.310,00) for one full day tour and paid them after the tour finished.
- Booked bus tickets at easybooks.com for Yangon - Bagan. Iphul actually did this. Each of us paid IDR 307.000,00. And we got JJ Express Bus.
- Booked bus tickets at klook.com for Bagan - Inle. Each of us paid IDR 311.000,00. And we got Bagan Min Thar Bus.
- Booked bus tickets at klook.com for Inle - Yangon. Each of us paid IDR 311.000,00. And we got JJ Express Bus.
- Brought USD 150,00 for each of us. You will find difficulties to find kyats. And even if you can find It, I suggest that you bring dollars instead since the exchange rate will be more favorable. (USD 1,00 = MMK 1.500,00 or MMK 1,00 = IDR 10,00)
- Rent router for all of us IDR 272.000,00 (4 days at Myanmar) and paid deposit for IDR 500.000,00)
- Downloaded application at google playstore: Splitwise (To split the usage of the bulk money easier, even It can help us what to settle and who to settle. Furthermore, It can track all of our expenses during the travel) and ShareIt (To send pictures on original size with faster time).
I think that's all for the budget and expense breakdown post. I will write about the itinerary for the next post. Thanks for reading :)
Friday, February 8, 2019
Dua Personil, Cukup
Sejak Desember pertengahan, saya mendapatkan peer bekerja bernama Nung. Impact keberadaannya benar-benar saya rasakan ketika closing Januari ini. Dan ternyata setelah kami berefleksi diri, dua personil insyaallah cukup untuk mendukung finance production integration di stream kami. Tadinya saya pikir kami butuh 3 orang. Namun seiring berjalannya waktu dan bertambah pemahaman kami, Nung bisa diandalkan mengerjakan hal-hal yang bersifat rutin sambil saya libatkan dalam projek yang sifatnya berkaitan dengan launcing feature/product.
Ah senangnya, alhamdulillah.
Sunday, January 27, 2019
Hikmah Gagal John Mayer
Pasca gagal beli tiket konser John Mayer di Jakarta tanggal 5 April 2019 nanti adalah mengalihkan alokasi uangnya ke acara Jouska: Forward 2019.
Karena target yang sudah sekian tahun menggulung adalah perbaikan manajemen finansial, saya rasa salah satu cara untuk mengeksekusinya adalah lewat acara ini. Buat yang ikutan juga, see you there!
#ThankYouButet
Terinspirasi dari bio Butet di instagram, dikombinasikan dengan kondisi kerjaan sekarang:
"Fixing sucks but closing is everything."
Sunday, January 20, 2019
Behel & Dokter Gigi
Belum genap setahun saya menggunakan behel, 10 atau 11 bulan lah. Kalau mau ideal, si behel ini mesti dikontrol sebulan sekali ke dokter gigi. Kenyataannya dia hanya saya beri haknya sebisanya.
Kadang ketidak-konsistenan ini karena memang disengaja: sekali kontrol itu di RS Sari Asih Ciledug keluar biaya 95 ribu untuk konsultasi dan administrasi, ditambah 260 ribu untuk kontrol ortho. Coba kalau dikalikan 12, setahun saya bisa menghabiskan 4,26 juta (diluar harga pasang awal 6 juta). Ini alasan utama saya tidak benar-benar rutin untuk kontrol behel #missqueen.
Alasan berikutnya adalah sulitnya mengantri dokter gigi langganan di jadwal praktik Sabtu malam. Jadi dokter gigi saya ini drg. Rahmadani praktik di Jumat sore dan Sabtu malam. Sebagai pasukan pencari uang, agaknya kalau tiap Jumat sore mesti cuti lama-lama dipecat saya. Dan tidak beruntungnya, Sabtu itu super padat pelanggan. Ditambah pikunnya saya untuk segera mendaftar paling lambat di hari Kamis jika ingin kontrol di Sabtu minggu yang sama.
November awal lalu, ring salah satu penyangga behel saya lepas dan saya baru punya kesempatan kontrol di bulan Desember awal. Karena terlalu lama, gigi geraham saya terlanjur memperkecil rongganya sehingga ringnya tidak bisa dipasang kembali. Jadilah antara gigi saya disangga sesuatu untuk memberikan ruang kembali serta diminta kembali dalam 2-3 minggu.
Saking cepatnya pergerakan gigi saya, hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu si penyangga telah hilang dan sepertinya saya telan. Saya sudah berusaha mendaftarkan diri untuk kontrol sebelum liburan ke Raja Ampat, tapi apa daya penuh terus (ditambah pengeluaran Desember lalu super banyak, semakin mendisinsentif buat kontrol). Selain itu, website rumah sakitnya ternyata mengalami bugs sehingga menyulitkan saya mendaftarkan diri seperti biasa.
Hingga tiba-tiba di Jumat kemarin, datanglah sms bahwa saya terdaftar dalam perjanjian dengan dokter gigi. "Apakah ini sebentuk bugs sistem yang favorable buat saya?" Begitulah pikir saya karena saya memang berniat ke dokter gigi minggu ini, tapi lagi-lagi lupa mendaftar. Tapi ternyata sang dokter sendirilah yang mendaftarkan nama saya karena merasa saya terlalu lama tidak kontrol dengan kondisi ring gigi lepas.
Dan perkembangannya adalah sang dokter puas dengan kemunduran gigi bawah saya dan tidak berniat memundurkannya lagi. Sekarang beliau fokus untuk merapikan gigi atas saya yang agak bandel dikarenakan banyak tambalan yang membuatnya sulit mengikuti lengkung gigi yang diharapkan. Doakan saya segera lepas behel ya agar gigi segera rapi dan mengurangi biaya rutin bulanan tentunya.
Monday, January 7, 2019
Welcome 2019
This year, here what I want:
1. Read more
2. Understand better
3. Work effectively and efficiently
4. Saving much money
5. Learn a new language
6. Love and be loved by a man
7. Spend more time with family
Amin.
