Belum genap setahun saya menggunakan behel, 10 atau 11 bulan lah. Kalau mau ideal, si behel ini mesti dikontrol sebulan sekali ke dokter gigi. Kenyataannya dia hanya saya beri haknya sebisanya.
Kadang ketidak-konsistenan ini karena memang disengaja: sekali kontrol itu di RS Sari Asih Ciledug keluar biaya 95 ribu untuk konsultasi dan administrasi, ditambah 260 ribu untuk kontrol ortho. Coba kalau dikalikan 12, setahun saya bisa menghabiskan 4,26 juta (diluar harga pasang awal 6 juta). Ini alasan utama saya tidak benar-benar rutin untuk kontrol behel #missqueen.
Alasan berikutnya adalah sulitnya mengantri dokter gigi langganan di jadwal praktik Sabtu malam. Jadi dokter gigi saya ini drg. Rahmadani praktik di Jumat sore dan Sabtu malam. Sebagai pasukan pencari uang, agaknya kalau tiap Jumat sore mesti cuti lama-lama dipecat saya. Dan tidak beruntungnya, Sabtu itu super padat pelanggan. Ditambah pikunnya saya untuk segera mendaftar paling lambat di hari Kamis jika ingin kontrol di Sabtu minggu yang sama.
November awal lalu, ring salah satu penyangga behel saya lepas dan saya baru punya kesempatan kontrol di bulan Desember awal. Karena terlalu lama, gigi geraham saya terlanjur memperkecil rongganya sehingga ringnya tidak bisa dipasang kembali. Jadilah antara gigi saya disangga sesuatu untuk memberikan ruang kembali serta diminta kembali dalam 2-3 minggu.
Saking cepatnya pergerakan gigi saya, hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu si penyangga telah hilang dan sepertinya saya telan. Saya sudah berusaha mendaftarkan diri untuk kontrol sebelum liburan ke Raja Ampat, tapi apa daya penuh terus (ditambah pengeluaran Desember lalu super banyak, semakin mendisinsentif buat kontrol). Selain itu, website rumah sakitnya ternyata mengalami bugs sehingga menyulitkan saya mendaftarkan diri seperti biasa.
Hingga tiba-tiba di Jumat kemarin, datanglah sms bahwa saya terdaftar dalam perjanjian dengan dokter gigi. "Apakah ini sebentuk bugs sistem yang favorable buat saya?" Begitulah pikir saya karena saya memang berniat ke dokter gigi minggu ini, tapi lagi-lagi lupa mendaftar. Tapi ternyata sang dokter sendirilah yang mendaftarkan nama saya karena merasa saya terlalu lama tidak kontrol dengan kondisi ring gigi lepas.
Dan perkembangannya adalah sang dokter puas dengan kemunduran gigi bawah saya dan tidak berniat memundurkannya lagi. Sekarang beliau fokus untuk merapikan gigi atas saya yang agak bandel dikarenakan banyak tambalan yang membuatnya sulit mengikuti lengkung gigi yang diharapkan. Doakan saya segera lepas behel ya agar gigi segera rapi dan mengurangi biaya rutin bulanan tentunya.
No comments:
Post a Comment