Friday, June 28, 2019

Hello From The Other Side: Kue Naik Haji

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1A55idHDV8dB0wg1qLr7JWva4KgqzLIqH

One of my clients often served us this snack. We called this snack kue naik haji since we got the snack almost every day which we assumed the seller could go to Mecca because of the client.

Sunday, May 26, 2019

Hello From The Other Side: Labuan Bajo

https://drive.google.com/uc?export=view&id=157TFFgcVk7hHJhWqeA6xWrkL-2YdNB2-
Was in the middle of recruitment process of the current company. Was worried to miss the calls since would be in the middle of sailing. Had HR interview at the airport, about 1 hour before take off. 

The real definition of what’s meant for you will always be yours.

Thursday, May 23, 2019

Shalat Terawih & Open Minded

Di lingkungan rumah saya, shalat terawih dilaksanakan dengan pola 2 rakaat dikali 10 salam dan dilanjutkan 3 rakaat witir. Ayat Quran yang dibaca setelah surat Al-Fatihah pun punya pola yang semenjak saya kecil gak berubah hingga sekarang. Malam ke-1 sampai dengan malam ke-15 diisi dengan surat At-Takatsur sampai dengan surat Al-Lahab di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua. Sedangkan malam ke-16 sampai dengan malam terakhir diisi dengan surat Al-Qadr di rakaat pertama dan surat At-Takatsur sampai dengan surat Al-Lahab di rakaat kedua.

Saking berpolanya, saya yang polos dan dulu melaksanakan begitu saja apa yang diajarkan ke saya, berpikir bahwa pola ini adalah pakem. Sampai saya ikut Rohis ketika SMA, saya jadi tahu ada loh 'opsi' shalat dengan pola dua rakaat dikali 4 salam ataupun pola empat rakaat dikali 2 salam. Bahkan ternyata ayat Qurannya gak pakem harus seperti yang saya tahu.

Ketika kuliah, cara berpikir semakin kritis saya banyak dilatih di organisasi mahasiswa yang saya ikuti. Tergabung dengan pers mahasiswa, mau tidak mau membuat saya kecipratan ikut berani beropini dan membuka pikiran. Hal ini membuat saya menjadi lebih nyaman berdiskusi dengan orang yang open minded dan minimal tidak membicarakan hal kurang berfaedah (menurut saya). Saya senang sekali satu waktu ketika mengejar maghrib tiba di rumah (yang nyatanya tidak terkejar), saya mampir di masjid pinggir jalan sekalian shalat terawih juga di sana. Dan selesai rakaat ke-8, imamnya menyilakan bagi siapa yang punya preferensi 8 rakaat sebelum melanjutkan shalat lagi.

Indah dan adem banget rasanya kalau ibadah yang memang aslinya gak kaku, gak dipaksakan menjadi pola tertentu. Semoga kita senantiasa membuka mata dan bisa berada di lingkungan yang tidak mengerdilkan sudut pandang kita ya. Karena berusaha jadi lebih baik sendirian itu jauh lebih susah dibandingkan ketika kita punya support system yang baik juga.