Thursday, August 2, 2018

Butterfly Effect Dari Transportasi Publik

Saya baru saja memasukkan mobil saya untuk klaim asuransi mobil beberapa minggu lalu. Hampir 2 minggu saya memanfaatkan berbagai moda transportasi untuk mencapai tujuan, yang paling berkesan adalah berkendara menggunakan Transjakarta. Transportasi publik yang satu ini cukup berhasil membuat saya merefleksikan hal-hal baik yang muncul karena saya memilih efektivitas dan efisiensi dibandingkan sekadar rasa nyaman.

Hari ini saya naik Transjakarta dari halte Puri Beta 2 (halte terdekat dari rumah saya). Saya memilih berkendara dengan transportasi ini karena tempat yang harus saya datangi terletak di tengah kota yang riweuh dengan perkara plat ganjil genap. Hanya perlu menghabiskan Rp3.500,00 untuk saya sampai ke halte tujuan. Jika dibandingkan naik motor yang mengharuskan saya melawan kantuk (iya, saya tipikal pengendara motor yang mudah mengantuk) atau naik mobil yang pastinya boros di bensin, tarifnya sungguhlah melegakkan dompet.

Berhubung saya sedang memperbaiki diri dalam hal kedatangan tepat waktu, jadilah saya berangkat pukul 06.30 dari rumah dengan meminta Mamah mengantarkan saya ke halte. See? Dengan niatan seperti ini, saya bahkan dapat menikmati sajian menghabiskan waktu lebih lama dengan ibu saya. Butuh waktu 15 menit untuk sampai dengan kecepatan berkendara ala ibu saya. Singkat cerita, saya bisa tiba ke halte Slipi dalam waktu 1 jam kurang saja dari halte awal.

Dan satu hal lagi, dengan naik Transjakarta, saya jadi menyadari bahwa saya bisa naik kendaraan ini untuk sampai ke kantor saya (yang baru). Sebelumnya saya hanya memikirkan opsi kereta (yang mesti dikombinasikan dengan ojek) dan naik mobil. Ah, terima kasih Tuhan sudah membuka pikiran saya untuk menyadari hal-hal di atas.

Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment